Selasa, 07 Maret 2017

Menata Ruhiyah Demi Dakwah

Makna ruhiyah

ruhiyah nuansa hati yang penuh terisi dengan nilai-nilai keimanan, sehingga merasakan adanya ketentraman dan kesejukan jiwa, sehingga memotivasi untuk beramal dalam mencari ridho Allah. Sehingga pengaruh dari adanya ruhiyah dalam diri seseorang teraplikasi pada peningkatan aktivitas ibadah dan da’wah, dalam berbagai bentuknya

Barangkali kita pernah mendapati ada kader dakwah yang cukup handal dalam pengetahuan dan wawasan keislamannya, namun minus dalam aspek ruhiyah. Pengetahuan dan wawasan keislamannya hanya mampu memberinya petunjuk  pemecahan persoalan dan kebenaran tetapi ia tidak mampu menghayati persoalan dan kebenaran tersebut. Seorang yang minus aspek ruhiyah seperti itu akan tampak kuat dalam pengembangan penalaran dan intelektualitas, namun “kering” dalam penjiwaan nuansa-nuansa sentuhan religius.  Ia hanya memiliki kekayaan warna pemikiran, namun miskin dalam emosionalitas keagamaan . Ketajaman analisis berpikir yang dimilikinya tidak diikuti dengan kecemerlangan hubungannya dengan Allah Swt dan ketinggiannya dalam akhlak.


Urgensi tarbiyah ruhiyah

Ruhiyah (ma’nawiyah) adalah aspek yang harus mendapatkan perhatian khusus oleh setiap muslim. Sebab ruhiyah menjadi motor utama , hal ini bisa kita simak dalam firman Allah Swt di surat Asy-Syams : 7-10 “Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sungguh sangat merugi orang yang mensucikannya dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya,” . Dan dalam surat

Al Hadid ayat 16: “Belumkah datang waktunya untuk orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka berdzikir kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab di dalamnya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik ”.

Ayat-ayat di atas memberikan pelajaran kepada kita akan pentingnya untuk senantiasa menjaga ruhiyah, kerugian yang besar bagi orang yang mengotorinya dan peringatan keras agar kita meninggalkan amalan yang bisa mengeraskan hati. Bahkan tarbiyah ruhiyah adalah dasar dari seluruh bentuk tarbiyah, menjadi pendorong untuk beramal shaleh dan dia juga memperkokoh jiwa manusia dalam menyikapi berbagai problematika kehidupan.

Indikasi ruhiyah yang kuat

Indikasi bahwa seseorang memiliki aspek ruhiyah yang kuat, diantaranya:

1.Adanya sikap ketergantungan yang sangat tinggi terhadap Allah Swt. Ia menjadikan Allah Swt sebagai satu-satunya tujuan dalam segala hal

2.Ia berupaya keras untuk selalu mengisi kehidupannya dengan kebajikan dan perbuatan yang bermanfaat. Ia juga berupaya meninggalkan keburukan dan hal-hal yang tidak berguna.

3.Ia gemar menjalankan ibadah-ibadah sunnah.

4.Ia akan merasakan keberadaan Allah dalam berbagai peristiwa yang terjadi

Urgensi ruhiyah

Betapa penting aspek ruhiyah bagi seorang kader dakwah. Ia mampu menjaga dari rasa frustasi dan putus asa ketika seseorang mengalami kekecewaan dan kegagalan,  menjaga dari kegembiraan yang berlebihan dan rasa takabur apabila mengalami keberhasilan, kebahagiaan dan kemenangan, membentengi diri dari rasa malas  dalam dakwah dan  memberikan semangat keberanian dengan mengharap perlindungan dan pertolongan kepada Allah Swt
Ia akan mengobati hati seorang kader dakwah dari “sakitnya” dan menuntunnya dari gelap gulita kepada terang-benderang,  memberikan kesabaran dan keteguhan untuk tetap istiqomah dalam berda’wah,  memberikan optimisme dan harapan terhadap masa depan dakwah,  membangkitkan semangat berkorban yang tinggi yang diiringi dengan keyakinan kuat bahwa Allah Swt akan memberikan balasan yang lebih baik lagi.

Ia akan menggerakkan seorang kader dakwah untuk menyerap segala pertolongan dan kekuatan hanya dari Allah Swt.

Apabila organisasi gerakan dakwah terdiri dari individu-individu yang kuat dalam aspek ruhiyahnya dan dijadikannya aspek ruhiyah itu sebagai salah satu hal yang diperhatikan, maka organisasi ini akan memiliki kelebihan dan keunggulan dalam menjalani gerakan dakwahnya. Tidak sedikit pertolongan dan bantuan Allah Swt  akan diberikan kepada organisasi tersebut dalam mencapai keberhasilan dan kemenangannya. Inilah peran penting aspek ruhiyah bagi sebuah organisasi gerakan dakwah dan para aktifis dakwah.

Tarbiyah ruhiyah

Agar terbentuk aspek ruhiyah yang kuat pada seorang kader dakwah, maka diperlukan pembinaan ruhiyah (tarbiyah ruhiyah) secara berkesinambungan. Karena itu organisasi gerakan dakwah harus memiliki program pembinaan ruhiyah bagi para kadernya. Pembinaan ruhiyah ini dapat dilakukan melalui penyampaian materi-materi yang mengantarkan kepada pemahaman tentang Allah Swt beserta segala sifat dan kekuasaan-Nya.
Pemberian pemahaman harus diiringi dengan pembiasaan praktek-praktek ibadah (mulai dari yang fardhu sampai dengan ibadah-ibadah sunnah yang utama), membiasakan untuk introspeksi diri (muhasabah), pengenalan kekuasaan Allah Swt  pada alam semesta secara langsung dan lainnya yang bersifat praktis.

pembinaan ruhiyah tidak boleh diabaikan oleh gerakan dakwah. Sekalipun pembinaan ruhiyah bukanlah satu-satunya pembinaan yang harus dilakukan, namun pengabaian terhadap pembinaan ruhiyah akan berakibat kepada tidak utuhnya sebuah gerakan dakwah. Agar diperoleh pribadi-pribadi muslim paripurna sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Swt dan Rasul-Nya, maka pembinaan ruhiyah harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dan secara berkesinambungan.
Namun perlu diingat bahwa untuk mencapai aspek ruhiyah yang kuat pada seseorang bukanlah pekerjaan yang mudah dan waktu yang singkat. Gerakan dakwah harus bersungguh-sungguh, penuh kesabaran yang berkelanjutan dalam melakukan pembinaan ruhiyah terhadap kader-kadernya. Jerih payah ini suatu saat nanti akan menampakkan hasil.

Ruhiyah qabla dakwah

Ruhiyah adalah bekal yang terbaik bagi setiap muslim, terutama bagi seorang da’i. Ruhiyah inilah yang akan memotivasi & menggerakkan, Keberadaan ruhiyah yang baik dan stabil menentukan kualitas kejayaan hidup seseorang, begitu juga dengan dakwah. Sangat tepat ungkapan yang menyatakan, “Ar-Ruhiyah qablad dakwah kama Annal Ilma qablal qauli wal amal”. Ungkapan ini merupakan “iqtibas” dari salah satu judul bab dalam kitab shahih Al-Bukhari, “Berilmu sebelum berbicara dan beramal, demikian juga memiliki ruhiyah yang baik sebelum berdakwah dan berjuang”
Dalam kontek dakwah, menjaga dan mempertahankan ruhiyah harus sentiasa dilakukan sebelum beranjak ke medan dakwah, sehingga sangat ironis jika seseorang berdakwah tanpa mempersiapkan bekal ruhiyah yang maksimum, boleh jadi dakwahnya akan ”hambar” seperti juga ruhiyahnya yang sedang ”kering”.
Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kalian bersama-sama, sujudlah dan sembahlah Tuhanmu, kemudian lakukanlah amal kebaikan, dan berjihadlah di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad”. (Al-Hajj: 77-78)
dari susunannya, ayat di atas memuat perintah Allah kepada orang-orang yang beriman berdasarkan skala diawali dengan perintah menjaga dan memperbaiki kualitas ruhiyah yang tercermin dalam tiga perintah Allah: ruku’, sujud dan ibadah,
Tentang pentingnya ruhiyah dalam dakwah dapat difahami juga dari sejarah turunnya surah Al-Muzzammil. Surah ini
berisi arahan kewajiban shalat malam, tilawah, zikir, sabar dan tawakkal.
Bisa dibayangkan satu tahun lamanya generasi terbaik dari umat ini melaksanakan kewajiban qiyamullail layaknya shalat lima waktu semata-mata untuk mengisi dan memperkuat ruhiyah mereka sebelum segala sesuatunya. Baru di tahun berikutnya turun rukhshah dalam menjalankan shalat malam yang merupakan inti dari aktifitas memperkuat ruhiyah. Hal ini dilakukan, karena mereka memang dipersiapkan untuk mengemban amanah dakwah yang cukup berat dan berkesinambungan.
Dan ternyata kejayaan dakwah Rasulullah Saw yang diteruskan oleh para sahabatnya sangat ditentukan –selain dari pertolongan Allah - dengan kekuatan ruhiyahnya. Selain dari qiyamullail yang menjadi amalan rutin sepanjang masa, cahaya Al-Qur’an juga sentiasa menyinari hatinya,  Muhammad sebelum menjadi rasul yang akan memberi peringatan yang merupakan tugas yang berat dan mengandung risiko adalah dengan dibekali Al-Qur’an yang akan sentiasa mengarahkan hatinya.
Dalam hal ini, Yusuf Al-Qardawi pernah menyatakan dengan tegas rahasia kekuatan Al-Qur’an, “Al-Qur’an adalah kekuatan Rabbani yang akan menghidupkan hati dan fikiran”. Al-Qur’an akan sentiasa memancarkan kekuatan Allah yang akan kembali menghidupkan hati dan fikiran yang sedang dirundung duka dan kemaksiatan. Kekuatan nabi Muhammad sendiri ada pada kekuatan hatinya yang senantiasa dibantu dengan cahaya Al-Qur’an. Dan demikian seharusnya, kekuatan dakwah seseorang ditentukan oleh kekuatan ruhiyahnya, bukan dengan lainnya.

Pada masa yang sama, agar ruhiyah tetap stabil terpelihara, maka harus dijaga dengan banyak beramal, meskipun hanya sedikit. Karena amal yang terbaik menurut Rasulullah Saw adalah amal yang berkesinambungan, “Sebaik-baik amal adalah yang berkesinambungan meskipun sedikit demi sedikit”.

Penguatan aspek ruhiyah, pada hakikatnya merupakan bentuk kewaspadaan seorang mukmin di hadapan musuh besarnya yaitu syaitan yang seringkali bekerja sama dengan manusia untuk melancarkan serangannya dan merealisasikan misinya. Tepat ungkapan Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi: “Syaitan akan sentiasa mengintai dan mencari titik lemah manusia”. Dengan licik dan komit, syaitan sentiasa mengincar kelemahan manusia tanpa henti, karena ia tahu bahwa setiap manusia memiliki kelemahan dan oleh karenanya manusia diperintahkan untuk berlindung hanya kepada Allah dengan memperkuat aspek ruhiyahnya.
Jadi aspek ruhiyah selalu menjadi potensi andalan para pemimpin dakwah yang telah menoreh tinta emas dalam sejarah dakwah ini. Mereka adalah orang-orang yang terbaik dalam kualitas  ruhiyah dan amalnya. “Ruhbanun bil Lail wa Fursanun bin Nahar”. Bisa jadi kelemahan dan kelesuan dakwah memang berpangkal dari kelemahan dan kelesuan ruhiyah. Saatnya para da’i menyadari kepentingan ruhiyah sebelum amal dakwah dengan memberi perhatian yang besar tentang aspek ini dalam pembinaan. Demikianlah memang dakwah mengajar kita melalui generasi terbaiknya.

Kiat membina ruhiyah
Ada beberapa kiat dalam rangka melatih kekuatan ruhiyah dalam diri kita.

Pertama, tajarrud ‘anid dunya. Mulai saat ini, pandangan hidup kita terhadap materi keduniaan harus diubah secara total. Bahwa materi keduniaan (harta benda dan kedudukan/jabatan) hanyalah alat untuk mencapai tujuan, bukan tujuan akhir. Sehingga kita tidak menghalalkan segala cara untuk memenuhi setiap keinginan.

Kedua, senantiasa menjaga diri agar tetap berada di jalan kebenaran yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya serta waspada terhadap godaan-godaan menggiurkan yang dapat memalingkan dari jalan-Nya.

Ketiga, memerangi syetan dengan segala tipu dayanya. Imam Al-Ghazali menempatkan syetan sebagai musuh utama manusia dalam beribadah mendekatkan diri kepada Allah Swt. Syetan akan selalu menggoda manusia dengan berbagai tipu dayanya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan kepada hamba-Nya agar senantiasa berlindung dari godaan syetan yang terkutuk.

Keempat, membiasakan diri bangun di tengah malam mengerjakan shalat malam dan berpuasa pada siang harinya.

Kelima, meningkatkan muhasabah, muraqabah, mu’aqabah dan mujahadah dalam rangka meningkatkan ketaqwaan.

Keenam, sering bergaul dengan masyarakat –terutama masyarakat bawah– sehingga dengan sendirinya dapat merasakan penderitaan mereka. Dan berusaha dengan sekuat tenaga turut meringankan beban yang mereka alami. Wallahu a’lam bi ash-shawab.


Selasa, 07 Februari 2017

πŸŒΊπŸƒMin _Amradhil Muharrikin_ (Diantara Penyakit-Penyakit Para Aktifis)πŸƒπŸŒΊ*


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

*1⃣ Kamaliyat (Perfeksionis)*

Ada aktifis Islam yang begitu ingin sempurna dan ideal. Apa yang dia baca, dia pahami, dan dia inginkan harus benar-benar terwujud sejak proses sampai tujuan akhirnya. Pandangan terhadap seseorang, nilai, dan entitas, begitu sempurna.  Aktifis model ini akan mudah kecewa jika tidak sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi. Jenis muharrik (aktifis) seperti ini rentan menggerutu dan merajuk (ngambek) jika idealismenya tidak terwujud. Dia lupa bahwa dirinya manusia, qiyadah-nya manusia,  kawannya manusia, mad’u (objek da’wah)-nya juga manusia, yang akan terjadi hal-hal yang sifatnya manusiawi pula.

*2⃣ Isti’jaal (Tergesa-gesa)*

Ada lagi aktifis Islam yang begitu semangat dalam da’wahnya, mengerahkan semua tenaga dan pikirannya, tanpa memahami tabiat jalan da’wah yang begitu panjang dan melelahkan. Akhirnya staminanya berakhir pada saat jauh dari tujuan. Ini terjadi karena keinginannya untuk cepat-cepat menang, cepat-cepat terjadinya futuhat (penaklukan) atas musuh atau daerah. Kadang tergesa-gesa pula dalam menilai perubahan musuh-musuh da’wah, sehingga hilang kewaspadaan. Disangkanya musuh melunak, disangkanya musuh sudah ditaklukan, disangkanya musuh menjadi pendukung,  padahal itu strategi mereka. Tergesa-gesa memang membuat kesadaran untuk hati-hati dan waspada menjadi tipis.

*3⃣ Futuur (Lemah dan Berhenti)*

Ada pula aktifis yang lemah setelah semangat, berhenti setelah bergerak. Itulah futur. Biasanya disebabkan oleh kerasnya pertarungan dan minimnya stamina baik berupa pasokan ruhiyah yang ringkih, fikriyah yang lemah, jasadiyah yang layu, ditambah faktor ekonomi yang terseok-seok. Di sisi luar, kemenangan yang tidak kunjung datang, sementara musuh-musuh da’wah Islam semakin keras menteror, memfitnah, sampai menangkap mereka. Lahirlah rasa takut, akhirnya mereka surut dan meninggalkan da’wah sama sekali.  Dulunya mereka rijal, sekarang menjadi buih.

*5⃣  Hubbuzh Zhuhuur (Senang Tampil)*

Ada pula aktifis yang selalu ingin tampil.   Ingin disebut namanya, dianggap besar saham da’wahnya, dan penting kontribusinya. Semangat dalam keramaian, lesu dalam kesendirian. Sesak dada jika saudaranya lebih unggul dan sering tampil. Keikhlasannya dipertaruhkan. Memandang saudaranya sesama aktifis sebagai kompetitor dalam arti negatif, bukan berlomba dalam kebaikan. Penyakit ini hanya bisa disembuhkan dengan bagusnya tauhid,  mujahadah untuk meluruskan niat, dan mengenyampingkan target pribadi duniawi.

*5⃣ Isytighal bimaa laa ya'nih (Sibuk Dengan Hal Yang Tidak Bermanfaat)*

Ada aktifis yang sibuknya mengoleksi kesalahan saudaranya, berdebat di sana sini, berkutat pada masalah yang tidak produktif, dan jauh dari umat. Seolah dia autis, punya dunia dan kehidupan sendiri. Bagaimana bisa memperbaiki, jika sibuk sendiri, dan menjauh dari permasalahan umat?

*6⃣ Tafarruq (perpecahan)*

Ada aktifis yang sulit untuk menerima pandangan saudaranya. Lapang dada adalah sikap yang tidak mampu dia raih. Ke mana dia berada selalu mengundang dan mengandung ihtikaak (gesekan/friksi), baik di organisasi, perkumpulan, masjid, bahkan dunia maya. Hobi sekali berpecah, dengan alasan "meluruskan yang salah". Akhirnya, kawan menjadi lawan, saudara menjauh, sementara musuh bertepuk tangan.

Wallahu A'lam

❔❓ _Wahai Para aktifis, apakah ini pernah Anda alami ?


Minggu, 31 Juli 2016

Langit yang Enggan Menurukan Hujannya

Bani Israil tertimpa kekeringan di masa Musa a.s. orang banyak berkumpul lalu berkata, " wahai Musa, berdoalah pada tuhanmu agar menurunkan hujan untuk kami " Beliau lalu berdiri bersama mereka dan berjalan menuju paang pasir, seluruhnya sekitar tujuh puluh ribu orang atau bahkan lebih. Mereka berkumpul bersama Nabi Musa, berdiri sambil berdoa. Mereka tampak kumal berdebu, haus dan lapar
    Nabi musa berdiri dan berdoa, " ya tuhanku, turunkanlah hujan-MU pada kami,  rahmt-Mu atas kami, karunialah kami dengan bayi-bayi yang menyusu, binatang ternak yang merumput, dan orang-orang tua yang ruku'. " Langit malah semangkin terang dan matahari semangkin meyengat.
    Musa berkata lagi, " Tuhanku beri kami air !"
    Allah  berfirman , " bagaimana mungkin Aku memberi kalian air jika di antara kalian ada seorang hamba yang bergelimang maksiat sejak empat puluh tahun lalu. panggillah ia dan perintahkan agar ia keluar dari kerumunan ini ! karena dialah Aku tahan turunnya hujan untuk kalian semua."
    Musa a.s berseru pada kaumnya. " hai kamu, hamba yng bermaksiat sejak empat puluh tahun lalu, keluarlah dari kerumunan ini! sebab, kamulah penyebab hujan tidak jadi turun."
    Hamba yang durhaka itu melihat k kiri dan ke kanan. dia tidak melihat seorangpun yang keluar. Tahulah ia bahwa dirinyalah yang di maksud. Dia berkata dalam hati, " jika aku keluar dari kerumunan ini, berarti aku membuka aibku sendiri di hadapan pemuka bani israil. Namun , jika aku tetap bersama mereka, hujan tidak akan turun. " Jiwanya pun tergoncang. Air mata menggenangi kedua matanya. Ia tertunduk, menyesali semua yang pernah ia lakukan. Ia berkata, " Tuhanku, sudah empat puluh tahun hamba mendurhakai-MU. Engkau telah tutupi segala perbuatan dosa itu di hadapan banyak orang dan kini menegur hamba secara halus. Hamba datang pada-Mu dengan penuh keiklasan, maka terimalah tobat hamba." ia rendahkan dirinya di hadapan sang pencipta.
    Belumlah tuntas ucapannya itu, awan bergerak perlahan membentuk gumpalan-gumpalan hitam di langit, turunlah hujan. Musa terkejut lalu berkata, " Tuhanku! Engkau telah menurunkan hujan untuk kami, padahal tidak seorang pun dari kami yang keluar ?" Allah berkata, " Musa ! Aku turun kan hujan karena yang menyebabkannya tertahan telah hilang, "
   " Tuhanku..! Tunjukkan padaku hamba yang sudah taat itu " pinta musa.
   " Allah berkata, "Musa, Aku tidak akan membuka aibnya meski ia dulu mendurhakai Ku. Pantaskah Aku membuka aibnya ketika ia telah mentaati Ku,
Subhanallah dari kisah ini bisa kita ambil hikmah bahwasanya dosa-dosa itu lah yg menghalangi rezeki itu datang kepada seseorang, dosa itu seperti sampah yg menumpat selokan air, sehingga air tidak mengalir, semoga kita selalu di lindungi oleh Allah dari godaan saitan yg terus membisikkan kita agar terjerumus dalam kubangan dosa, semoga kita selalu menjadi orang yang terus melakukan intropeksi & bertobat dari dari dosa-dosa kecil kita sampai dosa-dosa besar kita, InshaAllah



Posted Hardiansyah

Launching POSKO PKS Kelurahan Terjun

Medan Mareland, Minggu, 31 juli 2016, DPC PKS Marelan Melakukan launching Posko PKS kelurahan Terjun, semoga Posko ini bermanfaat buat kader, & Masyarakat di sekitar, sebagai tempat aspirasi masyrakat khusus nya kelurahan terjun, acara ini sekaligus ajang silaturahim kader & halal bihalal dgn tausiah yg di hadiri oleh ust.latif lubis selaku penceramah & ketua cada, plus dgn  pengurus kecamatan yang di selingi dgn makan bersama & durian party, 
Bapak Syarifudin selaku ketua DPRa kelurahan terjun dalam sambutan nya mengatakan, saya mewakili seluruh pengurus dpra terjun mengucapkan terima kasih yg sebesar2nya, karena komitmen dan konsisten untuk suatu kerja dakwa dapat terwujut sesuai apa yg diharapkan, dan kepada para donatur yg telah dgn ikhlas memberikan bantuan dalam program dpra terjun yg tidak dapat saya sebutkan satu persatu, serta pendamping dpc untuk dpra terjun pak husin dan pak samsuri yg terus tak hentinya memberikan support baik siang dan malam, kemudian juga ketua DPC Marelan, dan seluruh Pengurus dpc marelan yg juga selalu memberikan kontribusi untuk kegiatan halal bi halal dan peresmian pendopo sekret dpra terjun ini, dan juga ketua cada 5 yg  telah meresmikan pemakaian pendopo srkret dpra terjun.muda-mudahahan pendopo ini dapat dipergunakan sebagai tempat kerja dakwah, kata mudah2an apa yg dpra terjun perbuat tidak ada unsur ria, tapi kita berharap muncul sekret2 yg lain, Amin



Posted Hardiansyah

Rabu, 13 Juli 2016

BEKERJA UNTUK INDONESIA, PKS Telah Layani 30 Ribuan Pemudik Se-Indonesia

PKSMarelan.com - Sejumlah 81 Posko Mudik PKS Nasional 2016 telah melayani seluruh pemudik di Indonesia. Berbagai pelayanan telah disuguhkan kepada para pemudik, mulai dari istirahat gratis hingga pijat gratis.

Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi menjelaskan, hingga saat ini dari data yang terkumpul sekitar 90 persen PKS telah memberikan pelayanan kepada sekitar 30.171 pemudik di seluruh Indonesia.

"Dari data yang kami kumpulkan, hingga saat ini sekitar 10 ribu pemudik menggunakan layanan istirahat, 1.278 menginap, 13 ribuan menggunakan fasilitas toilet, dan fasilitas gratis lainnya," ujar Dedi di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang No 82, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2016).

Selain itu, Dedi juga memaparkan data laporan yang dikumpulkan hingga saat ini, PKS selama masa mudik telah membantu 997 pemudik yang sakit dengan layanan kesehatan, 782 pemudik dengan layanan pijat, dan sekitar 5 ribu pemudik mendapatkan snack/biskuit gratis.

"Tidak hanya itu, sekitar 8.800-an orang minum air mineral dan kopi gratis dari Posko Mudik PKS. Bagi-bagi takjil dan sahur juga cukup banyak penerimanya, sekitar 12 ribuan pemudik," paparnya.

Dedi berharap, meski terdapat evaluasi bagi penyelenggaraan Posko Mudik PKS 2016 ini, semoga dapat benar-benar membantu dan bermanfaat bagi pemudik.

"Ini juga merupakan salah satu implementasi dari Berkhidmat untuk Rakyat, semoga bermanfaat bagi para pemudik," pungkasnya.[pks.id]



Posted BINGKAI SUMUT

Minggu, 15 Mei 2016

BAKSOS Pengobatan GiGI DPC PKS Marelan

Minggu, 15 Mei 2016, DPC PKS Marelan mengadakan Baksos ( bakti sosial ) buat warga sekitar marelan, baksos ini khusus ,pemeriksaan gigi, pembersihan batu karang gigi & cabut gigi, acara ini alhamdulillah berjalan lancar yg di hadiri sekitar kurang lebih 200 pasien, dengan cukup antusias, yang di mulai dr pukul 9 pagi - 17 sore,  dengan tim medis yang di hadirkan langsung dari BSMI ( Bulan Sabit Merah Indonesia ) Sumatera Utara, kegiatan ini yang bertempat di sekolah sd salsabila, jl. young panah hijau, kelurahan labuhan deli, kecamatan medan marelan, acara langsung di buka oleh ketua Cada 5 PKS, bapak abdul latif lubis SHI, dan ket.dpc pks marelan muklis idrus, beserta pengurus selaku panitia, dalam sambutan nya, program ini langsung di bawah bidang KESRA DPC PKS Marelan ( Kesejahtraan Rakyat ), PKS marelan akan selalu berusaha melayani rakyat, melalui program-program pelayanan umat, dan ini juga sesuai moto kita " Berkhidmat Untuk Rakyat " dengan program ini mudah-mudahan bisa bermanfaat buat masyarakat khususnya warga marelan dan sekitarnya.



Posted BINGKAI SUMUT

Kamis, 05 Mei 2016

APA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK SAUDARA-SAUDARA KITA DI ALEPPO SURIAH????

Setidaknya mari kita bantu SEBARKAN informasi ini kepada dunia, agar semua orang tahu dimana kebanyakan media bungkam atas kedzaliman ini! Dan mari terus kita do'akan di setiap waktu kita untuk saudara-saudara kita yang Allah muliakan dg mati syahid di Jalan Allah

Ya Rabb...
Angkat derajat saudara-saudara kami di Aleppo Syuriah, palestina dan negeri-negeri Islam lainnya yang sedang terdzalimi

Ya Rabb....
Muliakan hidup mereka dengan kematian yang syahid di jalan-Mu

Ya Rabb...
Berikan kesabaran yang tiada batas dan keikhlasan kepada mereka semua dg ujian yang engkau berikan

Ya Rabb...
Hinakan dengan sehina-hinanya bagi orang-orang yang memusuhi-Mu, menentang syariat-Mu dan musuh2 setiap orang-orang yang beriman dan bertaqwa

Ya Rabb
Golongkan kami semuanya adalah golongan orang-orang yang beruntung dan tidak merugi ketika Engkau perlihatkan saudara-saudara kami dibantai, didzalimi

* * *



Posted BINGKAI SUMUT

Minggu, 01 Mei 2016

Teringat kembali aku akan nasehat Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang dakwah…

Memang seperti itu dakwah.

Dakwah adalah cinta.

Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu.

Sampai pikiranmu.

Sampai perhatianmu.

Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang…

“ Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.

Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.

Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.

Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.

Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Kalau iman dan syetan terus bertempur. Pada akhirnya salah satunya harus mengalah. : In memoriam Ust. Rahmat Abdullah La’allanaa fii barokatillah…. Ya Alloh, karuniakanlah kami panasnya iman yang mampu membakar ruh HAMASAH untuk terus bermujahadah dengan penuh kesabaran….aamiin.



Posted BINGKAI SUMUT